Mengenal Autism...
(3R,300613)
Suatu pembelajaran, setidaknya untuk saya yang awam...
Mengenal kata AUTIS, yang akhir-akhir ini sering saya dengar, dari sebuah kata yang didengar dipadukan dengan keadaan nyata tentang autis pada seorang anak, perlahan namun pasti membuat saya mencari tahu apa itu autism...
Awalnya, ada seorang anak dengan karakter yang tidak biasa, secara fisik tak jauh berbeda dengan anak yang lain, hanya saja semakin saya mengenal semakin banyak ciri-ciri yang dia berikan yang menurut saya "tidak biasa", seperti saat berkomunikasi yang tidak fokus, berbicara di ulang-ulang, luapan emosi yang tidak terkendali meskipun diakibatkan dari hal yang sepele. Daya imajinasinya yang tinggi, terkadang tidak masuk akal selalu dia lontarkan, ketakutannya, kemarahannya, dan kegembiraannya benar-benar ajaib. Ajaib dalam artian dia bisa tiba-tiba takut dan membuat semua temannya ikut merasakannya, dan meminta tolong untuk dicarikan solusinya. Dia bisa juga marah hanya karena nilainya di bawah temannya, meskipun hanya berbeda nol koma saja, atau dia akan sangat bergembira karena telah memecahkan teka-teki yang tak bisa dijawab teman-temannya.
setiap menjawab pertanyaan hanya satu atau dua kali
kontak mata saat berkomunikasi dengan saya. Meskipun demikian dia tetap bisa
menjawab, baik itu pertanyaan keseharian sampai soal dalam pelajaran. Dan
hebatnya dia menjawab semua pertanyaan dengan benar!. Satu jawaban mulai saya dapatkan, ketika suatu hari orang tua dia datang dan menjelaskan keadaannya, dan lebih terkejut lagi ketika saya mengetahui ternyata ibunya pun memiliki permasalahan yang sama. Takjub dan kagum, mungkin dua kata yang mewakili saya waktu itu...,
dengan lantangnya ayah anak tersebut menerangkan keadaan anak dan
istrinya Subhanalloh, benar - benar Alloh menampakkan kekuasannya....
Setelah beberapa waktu berinteraksi saya
menemukan beberapa ciri yang spesifik, yaitu:
1. Penampakkan gejala sejak Rama
menginjak usia 3 tahun, dan ternyata Rama memiliki kondisi yang sama dengan ibu
yang melahirkannya.
2. Saat berinteraksi dia tidak
tertarik untuk bermain bersama teman, lebih suka menyendiri, tidak ada atau sedikit kontak mata, dan seperti mempunyai
dunianya sendiri.
3. Saat berkomunikasi, Rama
seperti tidak mendengarkan lawan bicaranya, kadang kata-kata yang
digunakan tidak sesuai artinya, berulang-ulang, berbicara tidak dipakai untuk alat berkomunikasi, dan senang meniru.
4. Saat bermain, tidak bermain seperti
anak-anak, senang akan benda-benda yang
berputar, tidak bermain sesuai fungsi mainan, dapat sangat lekat dengan benda-benda tertentu, lambat
belajar berlari, melompat dan naik turun tangga, melempar dan menangkap bola, sangat sensitif
terhadap sentuhan.
5. Pada beberapa kasus bersamaan
dengan gangguan perkembangan emosional dan perilaku, “mengamuk” tak terkendali
bila menemukan hal yang tidak sesuai dengan harapan atau keinginannya.
6. Memiliki kecerdasan diatas
rata-rata, dan mempunyai jiwa kompetisi yang sangat besar terlihat di beberapa
pelajaran terutama matematika
mampu
menguasainya dengan cepat dan selalu mendapatkan
nilai terbaik.
Seiring waktu semakin terlatih dalam
berkomunikasi, setiap bertemu sudah bisa menyapa, meskipun hal ini adalah hal
biasa untuk anak normal, tetapi menjadi luar biasa.
Emosinya tidak terlalu meledak-ledak, meskipun tetap bila terkalahkan selalu
menyalahkan dirinya sendiri dan menganggap dirinya bodoh. Mau tampil ke depan
dan mepresentasikan dirinya, bahkan bisa diajak untuk bercanda.
.
Kesimpulannya Pada kenyataannya sebagian kelainan atau gangguan
yang dimiliki oleh seorang anak sangat sulit terlihat secara jelas. Mungkin seorang anak
sepertinya tidak memiliki masalah dan persoalan yang jelas karena jika dilihat
dari segi fisik atau penampilannya, anak tersebut biasa-biasa saja seperti
anak-anak pada umumnya.
Setiap anak berhak menyatu dengan lingkungannya dan menjalin kehidupan sosial yang harmonis. Setiap anak berhak dipandang sama dan tidak mendapatkan diskriminasi dalam pendidikan.
Setiap anak berhak menyatu dengan lingkungannya dan menjalin kehidupan sosial yang harmonis. Setiap anak berhak dipandang sama dan tidak mendapatkan diskriminasi dalam pendidikan.
(untuk sekarang cukup sekian...3R 300613)
.