Kacapi Suling Ayun Ambing

Senin, 21 Agustus 2017

Artikel Sanitasi Sekolahku

Sanitasi Sekolah : 
Toilet Sekolahku Bersih dan Kekinian.

Kira-kira apa yang terbersit ketika melihat, mendengar atau menuliskan kata toilet? Sebuah kata yang tidak asing bahkan dicari semua orang di semua tempat. Setidaknya ada dua situasi yang bersilangan dan sangat kontras yang menggambarkan sebuah toilet. Situasi pertama bangunan dan desain toiletnya sangat bagus, nyaman, bersih, higienis, airnya mengalir jernih dan tidak berbau, klosetnya berfungsi dengan baik, sirkulasi udaranya baik, pencahayaannya baik, dan yang terpenting sangat terawat.  Situasi kedua seperti kebalikannya, bangunan dan desainnya seadanya bahkan tampak tidak menarik, airnya kadang ada kadang tidak, klosetnya sering macet, ruangannya kecil dan terasa pengap, gelap, dan tercium bau yang tidak enak, dengan kondisi seperti itu tidak terawat pula jauh sekali dari higienis apalagi merasa nyaman. Tidak jarang toilet juga sering dihubungkan dengan situasi yang kurang menyenangkan, bau yang tidak sedap, bahkan terkadang menjadi tempat yang menyeramkan. Eit, tapi itu dulu, ketika kepedulian terhadap sanitasi sangat minim dan tidak jarang sering diabaikan. Tapi sekarang sudah waktunya paradigma tersebut dirubah bahkan kalau bisa dihilangkan.

Toilet merupakan salah satu bagian dari sanitasi. Sanitasi sendiri adalah segala upaya yang kita lakukan untuk mewujudkan kondisi lingkungan yang sesuai dengan persyaratan kesehatan. Sanitasi juga dikatakan sebagai perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia. Beberapa tahun terakhir ini sanitasi di sekolah-sekolah sedang mendapatkan perhatian yang cukup menjanjikan. Salah satunya, dengan menggulirkan program “Sanitasi Sekolah” yang bertujuan untuk meningkatkan perhatian pihak sekolah dalam kepedulian sanitasi, serta peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat. Tidak terkecuali di sekolahku, toilet sebagai salah satu tempat yang sering dicari oleh anak-anak dan warga sekolah lainnya.

Lingkungan sekolah adalah salah satu kesatuan lingkungan fisik, mental dan sosial dari sekolah yang memenuhi syarat-syarat kesehatan sehingga dapat mendukung proses belajar mengajar dengan baik dan menunjang proses pertumbuhan dan perkembangan murid secara optimal. Faktor lingkungan sekolah dapat mempengaruhi proses belajar mengajar, juga kesehatan warga sekolah. Kondisi dari komponen lingkungan sekolah tertentu dapat menyebabkan timbulnya masalah kesehatan. Faktor resiko lingkungan sekolah tersebut dapat berupa kondisi atap, dinding, lantai, kantin sekolah, termasuk didalamnya keberadaan toilet sehat yang saat ini sedang menjadi topik hangat diberbagai akses sanitasi.

Mengapa dibutuhkan sanitasi yang layak? Untuk gaya hidupkah? Untuk kesehatan kah? atau hanya sekedar pelengkap saja?. Tahukah anda bahwa sanitasi yang buruk merupakan penyebab terbesar kedua timbulnya penyakit di dunia ini?. Sebagai bagian dari sanitasi, pengelolaan limbah menjadi salah satu faktor penting yang patut diperhatikan. Pembuangan limbah sembarangan tidak hanya dapat mengganggu keseimbangan ekosistem, namun juga kesehatan manusia.

Lalu kenapa dengan sekolah?
Anak adalah asset bangsa masa depan, pada merekalah kita menitipkan negeri ini nantinya. Baik buruknya suatu bangsa tergantung pada kualitas anak yang akan meneruskan kehidupan berbangsa kita. Kata-kata guru lebih merasuk dihati anak-anak dibanding dengan kata orang tua mereka. Oleh sebab itu sasaran perubahan perilaku anak sebaiknya diterapkan pada anak melalui sekolah karena akan lebih efektif dan berhasil.

Anak-anak adalah agen perubahan perilaku, melalui anak kita dapat menerapkan atau mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah dengan harapan mereka (anak anak kita akan membawanya ke lingkungan rumah mereka masing-masing). Bayangkan jumlah anak disetiap sekolah,  seandainya setiap sekolah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat berapa orang Indonesia yang akan mengadopsi perilaku tersebut dengan asumsi setiap keluarga beranggotakan 4 orang (orang tua dan kedua anaknya) maka sasaran yang kita capai akan lebih cepat dan langsung mengena sasaran. Anak akan tidak sungkan kepada kedua orang tuanya maupun kepada anggota keluarga lainya bila melihat perilaku yang tidak sehat dilingkungan rumah mereka, karena tidak sesuai dengan yang diajarkan oleh guru mereka di sekolah. Bila perilaku hidup bersih dan sehat itu sudah tertanam di setiap anggota keluarga diharapkan perilaku hidup bersih dan sehat akan berhasil di negeri kita, angka orang yang terkena penyakit akibat sanitasi yang buruk akan menurun dan buang air besar sembarangan pun akan menghilang dari negeri tercinta kita ini.

Sedikit demi sedikit paradigma toilet yang tidak nyaman, berbau tidak enak, dan tidak bersih mulai dihilangkan. Pemeritah memiliki cita-cita semua toilet di sekolah-sekolah menjadi toilet yang nyaman, bersih dan sehat, serta mendekati standar toilet yang baik, yaitu sebuah ruangan yang dirancang khusus lengkap dengan kloset, persediaan air dan perlengkapan lain yang bersih, sirkulasi udara yang baik, pencahayaan baik,  tersedia tempat cuci tangan, sesuai dengan gender (jenis kelamin), fasilitas kebersihan toilet, aman dan higienis dimana semua warga sekolah dapat membuang hajat serta memenuhi kebutuhan fisik, sosial dan psikologis lainnya. Tidak sedikit sekolah-sekolah yang mendapatkan dana bantuan dari pemerintah untuk pengadaan sanitasi. Bantuan tersebut diantaranya dialokasikan untuk pengadaan toilet, pengadaan air bersih, dan pembiasaan perilaku hibup bersih dan sehat.

Rasio ideal penyediaan toilet di sekolah adalah 1:60 untuk laki-laki, dan 1:50 untuk perempuan. Adapun rasio rata-rata nasional juga menunjukkan angka yang tidak ideal yakni 1:90. Rasio ideal untuk toilet atau jamban di sekolah diatur dalam Permendikbud Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk SD/MI), SMP/MTS dan SMA/MA. Selain rasio, dalam Permendikbud tersebut juga diatur bahwa luas minimum 1 unit jamban adalah 2 meter persegi, dan tersedia air bersih di setiap unitnya. Sekolah di Indonesia masih menghadapi masalah pada rendahnya akses pada air yang aman, sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah. Berdasarkan data fasilitas sanitasi sekolah melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Tahun 2014, hanya 65% sekolah di Indonesia yang memiliki jamban terpisah antara siswa laki-laki dan perempuan. Selain itu total fasilitas sanitasi di sekolah yang ada hanya 22% dilaporkan berada dalam kondisi baik, atau hanya 1 dari 4 sekolah yang memiliki sanitasi sekolah yang layak.

Sejumlah kendala yang dihadapi sehingga angka rasio sanitasi terkait toilet di sekolah sangat tinggi. Diantaranya adalah kendala lahan sehingga sarana toilet tidak bisa ditambah, sedangkan jumlah siswa memang sangat tinggi, dan seperti itulah kendala di sekolah kami. Meskipun rasio toilet di sekolah kami belum sesuai dengan jumlah siswa, setidaknya diawal tahun 2016 dan awal tahun 2017 dana bantuan sanitasi itupun menghampiri sekolah kami, dengan bantuan tersebut kami bisa mempunyai 4 toilet perempuan dan 4 toilet laki-laki. Toilet tersebut kami bangun dengan desain yang cukup menarik, klosetnya terdiri dari kloset jongkok dan kloset duduk, lantai dan dindingnya memakai keramik, tersedia air bersih, sirkulasi udara baik, pencahayaan baik, perlengkapan kebersihannya tersedia, lengkap dengan tempat cuci tangan serta tempat wudhu. Tidak lupa di dalam toilet kami berikan pengharum ruangan, sehigga kesan toilet bau sudah tidak ada lagi, Di halaman toilet kami lengkapi dengan taman yang terdiri dari kolam kecil dengan percikan air mancur dan beberapa tanaman, sehingga menambah kesejukan dan terasa nyaman. Tidak hanya itu karena saat ini sedang gencarnya digulirkan program literasi juga, maka bukan hal yang tidak mungkin sekolah kami pun memberi nuansa literasi di lingkungan toilet sekolah. Pada dinding toilet sekolah kami berikan memasang aneka macam poster edukasi, seperti poster pengenalan huruf (abjad), poster perkalian, poster pembagian, poster pegenalan bahasa inggris, dan lain-lain. Selain itu kami juga menyediakan pojok baca di area toilet. Anak-anak atau warga sekolah yang lain bisa membaca buku-buku bacaan yang sudah disediakan dengan leluasa membaca meskipun dihalaman toilet sekalipun. Bahkan tidak hanya itu anak-anakpun bisa berdiskusi di area halaman toilet, tanpa harus merasa risih dan tidak nyaman. Karena itulah kami merasa bahwa toilet sekolah kami bersih dan kekinian.  


Bantuan sanitasi sekolah tersebut dikemudian hari dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan pengelolaan serta pemeliharaannya menjadi tanggung jawab sekolah. Selain itu diharapkan dapat mengugah dan mendorong perhatian yang sungguh-sungguh dari semua pihak dan unsur terkait untuk meningkatkan kesadaran dan mempercepat perbaikan sanitasi. Fasilitas sanitasi sekolah bahkan menjadi salah satu capaian dalam indikator tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDG) yang ditetapkan UNESCO. Karena itu, semua stake holder diperlukan untuk ikut mendorong pemerintah Indonesia untuk bisa mencapai target kondisi sanitasi sekolah yang ideal pada 2030 mendatang, sesuai target SDG. Diperlukan komitmen dalam pengelolaan sanitasi sekolah, terutama dalam pemeliharaan dan mempertahankannya. Karena meskipun sederhana, namun dampaknya sebenarnya sangatlah besar terhadap peserta didik. Berhasilnya suatu program di sekolah tergantung kepada komitmen sekolah masing masing dimana didalamnya ada tiga unsur yang menentukan, yaitu para guru dan jajarannya, orang tua murid, dan anak sendiri sebagai pelaku untuk itu ketiga stake holder ini sangat berperan untuk keberhasilan program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di sekolah.

Perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah sebagai upaya untuk memberdayakan siswa, guru, dan seluruh warga sekolah serta masyarakat lingkungan sekolah agar tahu, mau dan mampu mempratikkan perilaku hidup dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat. Perilaku hidup bersih dan sehat juga merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat. Sebelum diterapkannya program perilaku hidup bersih dan sehat tersebut ada baiknya dilakukan sosialisasi pada ketiga unsur stake holder tersebut dengan waktu yang berbeda pada ketiga unsur tersebut karena sasarannya yang berbeda. Setelah paham akan perlunya perilaku hidup bersih dan sehat terutama sanitasi sekolah bagi kehidupan, maka akan dengan mudah program tersebut dapat dilaksanakan. Sanitasi sekolah bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan warga sekolah sehingga tidak mudah sakit, meningkatkan semangat belajar, menurunkan angka absensi karena sakit, dan menjadikan lingkungan sekolah yang nyaman dan sehat. Adanya kebijakan dan dukungan dari pengambil keputusan seperti Bupati, Kepala Dinas pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, DPRD, lintas sektor sangat penting untuk pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah demi terwujudnya sekolah sehat.



Selasa, 08 Agustus 2017

Kampanye Imunisasi MR

Wow! Itu kata pertama yang terlintas di benak saya. Betapa tidak beberapa hari ini di berbagai media,  tempat,  kegiatan, dan di berbagai kesempatan baik yang disengaja maupun sambil lalu sangat gencar dengan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) ini. Apalagi penyelenggaraannya secara serentak di bulan Agustus ini di sekolah – sekolah dengan rentang usia di bawah 15 tahun wajib melakukan imunisasi MR ini. Reaksinya pun luar biasa beragam, dari yang sangat mendukung sampai dengan yang menolak dengan berbagai alasan dan argumen.

Asingkah Imunisasi MR ini?, tidak bagi pelaku di bidang kesehatan,  tapi ya bagi masyarakat awam. Hal yang mungkin bukan baru tetapi menjadi sangat luar biasa euforianya karena situasi dan kondisi yang membuatnya seperti itu. Pertanyaan apa itu imunisasi MR?, kenapa imunisasi ini wajib?, kenapa baru sekarang dilaksanakannya? Apa yang terjadi bila tidak melakukannya? Atau siapa saja yang harus melaksanakannya? Itu adalah beberapa pertanyaan umum dari banyaknya deretan pertanyaan yang muncul ketika kampanye imunisasi MR ini digulirkan. Beberapa yang terjun dalam kampanye inipun tak tanggung-tanggung, dari ahli kesehatan, bidang pendidikan, bidang komersial sampai dengan tokoh masyarakat semuanya ikut berpartisipasi.

Tahun 2017 adalah pelaksanaan kampanye imunisasi MR pulau Jawa. Tahap pertama di bulan Agustus Sekolah sebagai sasaran utama dari kampanye imunisasi MR ini adalah usia 9 bulan sampai  sampai dengan usia 15 tahun. Sedangkan tahap kedua di bulan September di laksanakan di layanan kesehatan masyarakat, seperti puskesmas atau posyandu. Sedangkan pelaksanaan di  luar Pulau Jawa dijadualkan di tahun 2018.

Di sekolah kami, di SDN Galihpawarti Baleendah Bandung, pelaksanaan kampanye imunisasi MR ini dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus kemarin, penjelasannya tidak hanya diberikan oleh petugas Puskesmas, kebetulan sekolah kami kedatangan Tim Monitoring dari Provinsi dan perwakilan WHO dr.Fatimah R.,M.Sc., yang memantau pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR dari awal sampai akhir. Alhamdulillah pelaksanaannya aman, lancar dan terkendali.


Adapun bagi siswa yang kebetulan hari ini sakit, atau ijin tidak masuk sekolah bisa menyusul melaksanakannya di bulan September di tempat layanan kesehatan, seperti Posyandu atau Puskesmas.


Minggu, 05 Februari 2017

KARAKTERISTIK BENDA LANGIT

KARAKTERISTIK BENDA LANGIT

Pada bahasan yang lalu, kita sudah mengenal tentang anggota dari sistem tata surya, sekarang kita membahas tentang karakteristik dari planet yuk!
Terebih dahulu mari kita simak video berikut :



Bagaimana? Menarik bukan..., selanjutnya mari kita bahas satu persatu...

A.      Karakteristik Planet
1.  Merkurius
   

Merkurius merupakan planet yang jaraknya paling dekat ke Matahari, yaitu 0,39 SA. Karena planet Merkurius jaraknya paling dekat ke Matahari, maka suhu pada siang hari di Merkurius mencapai 42700 C, dan pada malam  hari  suhunya  menjadi  sangat rendah yaitu mencapai –17000C. Merkurius mempunyai eksentrisitas yang besar yaitu 0,206 akibatnya jarak antara Merkurius dan Matahari bervariasi dengan cukup besar pula. Perbedaan jarak terjauh ke Matahari (aphelium) dengan jarak terdekat ke Matahari (perihelium) adalah sebesar 22 juta Km. Jarak aphelium planet Merkurius adalah 57,9 juta km. Merkurius tidak memiliki atmosfir oleh karena hal tersebut langit Merkurius berwarna hitam. Kerapatan atau densitasnya 5,43 gr/cm3.

2.  Venus
Planet Venus lebih dikenal sebagai Bintang Kejora atau Bintang Senja. Eksentrisitas planet Venus adalah 0,007, sehingga orbit planet Venus mendekati bentuk lingkaran. Jarak Venus ke Matahari 0,72 SA, sehingga di  Venus  suhunya  sangat  panas mencapai 4800 0C. Tingginya suhu di planet Venus diakibatkan adanya efek rumah kaca. Kerapatan atau densitas Venus adalah 5,24 gr/cm3.

3.  Bumi

Sampai saat ini Bumi merupakan satu-satunya planet yang mempunyai kehidupan. Bumi mengorbit Matahari sebagai bintang pusatnya dengan eksentrisitas 0,017, sehingga orbitnya hampir membentuk lingkaran.
Jarak rata-rata Bumi ke Matahari adalah 1 Satuan Astronomi atau 150 juta kilometer. Kala revolusi Bumi adalah 365,3 hari, sedangkan kala rotasinya adalah 23 jam 56 menit. Kerapatan atau densitas Bumi adalah 5,52 gram/cm, Bumi merupakan benda terpadat dalam sistem Tata Surya. Bumi mempunyai sebuah satelit yaitu Bulan.

4.  Mars
Jarak rata-rata planet Mars ke Matahari adalah 1,52 SA atau 228 juta kilometer dengan eksentrisitas 0,093. Mars berputar mengelilingi Matahari dengan kala revolusi 687 hari. Mars mempunyai dua buah satelit yaitu Phobos dan Deimos.

5.  Yupiter
Jarak rata-rata planet Yupiter ke Matahari adalah 5,2 SA. Yupi ter mempunyai eksentrisitas 0,048 dengan kala revolusi 11,86 tahun. Yupiter diperkirakan mempunyai 17 satelit (data sampai tahun 1992). Empat buah satelitnya yang berukuran besar bernama IO, Europa, Ganymede, dan Callisto. Yupiter merupakan planet terbesar dalam sistem tata surya; mempunyai kala rotasi 9 jam 50 menit ; artinya Yupiter berrotasi dengan sangat cepat.

6.  Saturnus
 



Jarak rata-rata Saturnus ke Matahari adalah 9,5 SA. Saturnus mempunyai eksentrisitas 0,056 dengan kala revolusi 29,5 tahun. Saturnus dihiasi oleh gelang dan cincin yang indah, mempunyai 9 buah satelit yaituMimas, Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Titan, Hyperion, Lapetus, dan Phoebe.

7.  Uranus

Jarak rata-rata planet Uranus ke Matahari adalah 19,2 SA. Uranus mempunyai eksentrisitas 0,047 dengan kala revolusi 84 tahun. Uranus mempunyai cincin dan mempunyai 5 buah satelit yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberion.



8.  Neptunus

Jarak rata-rata planet Neptunus ke Matahari adalah 30,07 SA. Neptunus mempunyai eksentrisitas 0,009 dengan kala revolusi 164,8 tahun. Neptunus mempunyai dua buah satelit yaitu Triton dan Nereid.




B.     KARAKTERISTIK MATAHARI, BUMI DAN BULAN
1.   Matahari

Matahari mempunyai diameter 109 kali diameter Bumi, massanya 333.000 kali massa Bumi. Dalam sistem tata surya Matahari mempunyai persentase massa 99,85 sedangkan sisanya merupakan prosentase massa untuk planet, satelit alam, komet, asteroid, meteorid, dan zat antar planet.
Oleh karena itulah Matahari merupakan pusat peredaran dalam sistem tata surya. Matahari merupakan sumber energi bagi Bumi. Energi yang berasal dari Matahari merupakan hasil reaksi fusi, dimana atom-atom Hidrogen bergabung membentuk atom Helium disertai dengan timbulnya energi yang besar sekali. Suhu di dalam intinya dapat mencapai 14 juta derajat Celsius sedangkan dipermukaannya antara 5000 sampai 6000 derajat Celsius. Matahari tersusun atas beberapa lapisan gas yang berbeda kerapatannya, lapisan-lapisan tersebut adalah radiatif, fotosfer, kromosfer, dan korona. Kromosfer dan korona merupakan atmosfer Matahari yang suhunya dapat mencapai 5000 derjat Celsius.

2.   Bumi

Bumi merupakan satu-satunya planet dalam sistem tata surya yang sampai saat ini diketahui memiliki kehidupan. Hal tersebut dimungkinkan karena Bumi diselubungi oleh lapisan atmosfirnya sehingga perbedaan suhu pada siang dan malam tidak terlalu besar. Beberapa nama lain planet Bumi adalah : Tellus, Erde, dan Gaia. Jarak rata-rata planet Bumi ke Matahari adalah 1 SA. Satuan Astronomi ini biasanya dijadikan acuan untuk menentukan jarak planet-planet lainnya. Bumi mempunyai satu buah satelit yaitu Bulan. Massa jenis Bumi adalah 5,52 gram/cm3. Bentuk Bumi sebenarnya tidak bulat benar tetapi agak pepat di daerah ekuator; jari-jari di daerah ekuator 6.378,16 km; sedangkan di daerah kutub 6.356,76 km. Bumi mempunyai eksentrisitas 0,017, kala revolusi 365,3 hari, dan kala rotasi 23 jam 56 menit. Arah rotasi Bumi dari barat ke timur membentuk sudut 23,50 terhadap sumbu bidang ekliptika (atau 66,50 terhadap bidang ekliptika).


Akibat yang ditimbulkan karena rotasi Bumi :
-    Pergantian siang dan malam/perbedaan waktu
-    Timbulnya arus air laut.

Akibat yang ditimbulkan karena revolusi Bumi:
-    Berbedanya rasi bintang/Bintang yang dapat dilihat dari Bumi
-    Terjadi pergantian musim, terutama di daerah sub tropik utara dan selatan.

3.   Bulan


Bulan merupakan benda langit (sebuah satelit) yang terdekat ke Bumi. Jarak Bulan ke Bumi adalah 384.402 km. Bulan sangat berpengaruh pada peristiwa pasang surut air laut. Bulan mempunyai massa 7,4 x 1025 gram,  massa  jenis rata–ratanya 3,34 gram/cm3, percepatan gravitasinya 1,62 m/s2, dan jari-jari di daerah ekuatornya 1.740 km.

Bulan mengorbit Bumi dengan lintasan berbentuk elips. Karena berbentuk elips, maka Bulan kadang-kadang dekat ke Bumi, kadang-kadang jauh ke Bumi dengan Bumi berada pada salah satu fokusnya. jarak rata-rata Bulan - Bumi 238.860 mil atau 384.330 km. Jarak Bulan - Bumi terjauh (apogee: ap = jauh; ge = bumi) adalah 253.000 mil; sedangkan jarak terdekatnya (perigee : peri = dekat ; ge = bumi) tadalah 222.000 mil.

Perputaran Bulan mengelilingi Bumi dari fase bulan baru ke fase bulan baru berikutnya dinamakan perioda sinodis. Lamanya perioda sinodis adalah 29,53 hari (29d 12J 44m 2,8s) sedangkan waktu yang diperlukan Bulan untuk satu kali berputar mengelilingi Bumi adalah 27,32 hari dinamakan waktu sideris

Kamis, 02 Februari 2017

SISTEM TATA SURYA

“Allah yang meninggikan langit dengan tiada tiang yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam diatas ‘arasy dan Dia tundukkan matahari dan bulan, masing-masing berlari sampai waktu yang ditentukan. Dia mengatur semua urusan dan menerangkan beberapa keterangan, mudah-mudahan kamu yakin akan menemui Tuhanmu“
(QS: Arr’ad ‘ 13).

Mari kita simak video tentang tata surya berikut!




Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli, sampai saat ini adanya kehidupan diyakini hanya di Bumi. Di planet-planet selain Bumi, para ahli tidak menemukan adanya tanda-tanda kehidupan. Bumi merupakan sebuah planet yang senantiasa mengitari bintang pusatnya, yaitu Matahari. Selain Bumi masih banyak benda-benda langit lainnya yang berputar dalam pengaruh Matahari sebagai bintang pusatnya. Benda-benda langit tersebut adalah planet lainnya, satelit, komet, asteroid, dan meteor. Seluruh benda langit tersebut beserta dengan Matahari berada dalam suatu sistem yang dinamakan Sistem Tata Surya.

Sistem Tata Surya dinamakan juga “Solar System“, anggotanya terdiri atas Matahari sebagai bintang pusat, 8 buah planet, satelit-satelit, asteroid, komet, dan materi antar planet. Seluruh benda-benda langit tersebut berada dalam suatu kesatuan karena pengaruh gravitasi Matahari. Benda-benda langit tersebut beredar mengelilingi Matahari secara konsentris pada lintasannya masing-masing. Anggota-anggota dalam sistem Tata Surya ditunjukkan seperti gambar di bawah ini :
Anggota Sistem Tata Surya
1.   Matahari
Matahari merupakan sebuah bintang yang jaraknya paling dekat ke Bumi, yaitu 1 Satuan Astronomi atau 150 juta Km. Matahari berbentuk bola gas pijar yang tersusu atas gas Hidrohen dan gas Helium. Matahari mempunyai diameter 1,4 x 106 Km, suhu permukaannya mencapai 6000 0K. Matahari merupakan sumber energi utama bagi planet Bumi; sehingga berbagai proses fisis dan biologi dapat berlangsung. Energi yang dipancarkan oleh Matahari dibentuk di bagian dalam matahari melalaui reaksi inti. Energi yang dipancarkan oleh Matahari ke Bumi dalam bentuk radiasi gelombang elektromagnetik.
2.   Planet
Planet adalah benda langit yang tidak mempunyai cahaya sendiri; planet senantiasa berputar mengelilingi Matahari sebagai bintang pusatnya pada orbitnya masing-masing. Planet-planet yang berada dalam sistem Tata Surya adalah : Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Para astronom mengelompokkan planet-planet dalam sistem Tata Surya dengan beberapa cara, hal tersebut dilakukannya untuk memudahkan dalam mempelajarinya. Adapun cara pengelompokan planet-planet adalah berdasarkan hal-hal sebagai berikut:
a.   Jarak
Pengelompokan planet berdasarkan jarak planet tersebut terhadap Matahari dapat dibedakan menjadi kelompok planet sebagai berikut:
·      Planet Dalam (Inferior).
Planet Dalam (Inferior) merupakan planet-planet yang jaraknya lebih kecil atau sama dengan 1 satuan astronomi (150 Juta Km). Karena jarak 1 satuan astronomi ditentukan berdasarkan jarak dari Bumi ke Matahari, maka yang termasuk planet dalam (inferior) adalah Merkurius, Venus, dan Bumi.
·      Planet Luar (Superior)
Planet Luar (Superior) merupakan planet-planet yang jaraknya lebih besar dari 1 satuan astronomi (150 Juta Km). Adapun planet-planet yang termasuk planet luar (superior) adalah Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
b.   Sifat Fisis
Pengelompokan planet-planet berdasarkan sifat fisisnya dapat dibedakan menjadi kelompok planet sebagai berikut:
·      Planet Terestrial.
Adalah planet-planet yang memiliki sifat “kebumian“ baik ukuran, massa, massa jenis, maupun komposisi kimianya. Planet-planet yang termasuk planet terestrial adalah : Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
·      Planet Jovian
Adalah planet-planet yang tidak memiliki sifat “kebumian“. Planet-planet yang termasuk kedalam kelompok planet jovian mempunyai massa jenis yang relatif kecil karena tersusun dari gas-gas. Planet-planet yang termasuk planet jovian adalah : Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
3.   Satelit
Satelit adalah benda langit pengiring planet. Satelit senantiasa mengiringi dan berputar terhadap planet pusatnya. Berdasarkan cara terbentuknya satelit dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu :
1. Satelit Alam
Satelit alam merupakan satelit yang terbentuk karena adanya peristiwa alam bersamaan dengan terbentuknya planet.
Contoh : Bulan, sebagai satelit alam Bumi.
2. Satelit Buatan
Satelit buatan merupakan satelit yang dibuat oleh manusia yang digunakan untuk tujuan tertentu. Contoh : Satelit cuaca, satelit komunikasi, satelit mata-mata, dst.

Pada umumnya planet-planet dalam sistem tata surya mempunyai beberapa satelit yang senantiasa mengiringinya. Hanya planet Merkurius dan planet Venus yang tidak memiliki satelit. Jumlah masing-masing satelit untuk setiap planet ditunjukkan seperti berikut :
Adapun gambar dari satelit-satelit yang dimiliki oleh suatu planet ditunjukkan oleh gambar di bawah ini:
 

 

 

 

4. Asteroid
   Asteroid merupakan benda langit seperti planet, tetapi ukurannya sangat kecil, oleh karena itu Asteroid dinamakan juga planet minor atau planetoid. Asteroid mengisi ruangan yang berada diantara Mars dan Yupiter. Di dalam sistem Tata Surya diperkirakan terdapat 100.000 buah planetoid yang ukurannya antara 2 - 750 Km2.

5.  Komet
   Komet dinamakan juga “Bintang berekor“, merupakan benda langit yang garis edarnya/orbitnya sangat lonjong, sehingga jaraknya ke Matahari kadang-kadang jauh sekali tetapi pada suatu saat dapat dekat sekali. Wujud komet tersusun dari kristal-kristal es yang rapuh sehingga mudah terlepas dari badannya. Bagian yang terlepas inilah yang membentuk semburan cahaya ketika sebuah komet melintas di dekat Matahari. Peredaran Komet memang agak aneh, datang dan perginya misterius. Ada komet yang mendekati Bumi setiap 3 atau 4 tahun sekali, tetapi ada juga yang sampai 76 tahun sekali yaitu Komet Halley. Lintasan komet Halley ditunjukkan pada gambar berikut:

6.  Materi Antar Planet 
   Adalah benda-benda langit yang sangat kecil yang mengisi ruang diantara suatu planet dengan planet yang lainnya. Karena materi-materi antar planet ukurannya sangat kecil, maka benda-benda langit tersebut mudah terperangkap ke dalam medan gravitasi planet yang mempengaruhinya. Selanjutnya jika pengaruh gravitasi yang ditimbulkan planet terhadapnya cukup kuat, maka benda-benda langit tersebut akan ditarik oleh planet tersebut. Yang termasuk ke dalam kategori materi antar planet adalah meteorid atau “Bintang Jatuh “.




Kamis, 19 Januari 2017

PERSEGI, PERSEGI PANJANG DAN SEGITIGA


      PERSEGI, PERSEGI PANJANG DAN SEGITIGA
1.  Pendahuluan
   Tahu lagu bintang kecil kan?, ayo kita nyanyikan tapi liriknya kita rubah menjadi ini ya....
 

1. Bangun datar.
Bangun datar merupakan bagun-bangun yang memiliki dua dimensi. Bangun datar hanya memiliki panjang dan lebar yang dibatasi garis lurus atau lengkung, dan tidak memiliki ketebalan dan volume. Jumlah dan model ruas garis yang membatasi setiap bangun datar tersebut menentukan nama dan juga bentuk dari bangun datar tersebut dan ini menyebabkan sifat sebuah bangun datar juga ditentukan oleh jumlah ruas garis, model garis, besar sudut, dan lain lain. Jenis bangun datar bermacam-macam, antara lain persegi, persegi panjang, segitiga, jajar genjang, trapesium, layang-layang, belah ketupat, dan lingkaran. Untuk pertemuan sekarang mari kita cari tahu tentang persegi, persegi panjang dan segitiga.


2.   Mengenal Persegi, Persegi panjang, dan Segitiga
a.  Persegi
1.  Ciri – ciri Persegi.
Apa itu persegi? Persegi adalah bangun yang keempat sisinya sama panjang dan memiliki sudut siku-siku, memiliki dua pasang sisi sejajar yang sama panjang, 4 simetri lipat, dan memiliki simetri putar tingkat 4.

2.  Luas Persegi.
   Jika panjang sisinya kita namakan “S” , luas persegi kita namakan “L”, maka luas persegi adalah perkalian dari panjang sisinya.



3.  Keliling Persegi
 Sekarang amati gambar berikut !


Jika jumlah panjang yang membatasi persegi disebut keliling,  apa yang dapat kamu simpulkan?
Panjang sisi kita namakan “S”, dan keliling kita namakan “K”,


b.  Persegi panjang
1.  Ciri-ciri Persegi panjang
Persegi panjang adalah bangun datar yang memiliki sisi berhadapan sama panjang dan memiliki empat titik sudut. Pada persegi panjang, besar semua sudut sama besar yaitu 90 derajat, keempat sudutnya siku-siku, memiliki 2 diagonal yang sama panjang, 2 simetri lipat, dan memiliki simetri putar tingkat 2.

2.  Luas dan keliling Persegi panjang
Jika panjang sisinya adalah “p” ,  lebar sisinya adalah “l ”, dan luasnya dinamakan “L” maka :

3.  Keliling Persegi panjang
Bila keliling dinamakan “K” maka :

c.    Segitiga
1. Ciri – ciri Segitiga.
Segitiga merupakan bangun datar yang dibatasi oleh tiga buah sisi dan memiliki tiga buah titik sudut. Macam-macam segitiga yaitu segitiga sama sisi, segitiga sama kaki, segitiga siku-siku, segitiga sembarang. Bangun segitiga sama kaki memiliki 1 buah simetri putar dan 1 buah simetri lipat. Bangun segitiga sama sisi memiliki 3 buah simetri putar dan 3 buah simetri lipat. Bangun segitiga siku-siku tidak memiliki simetri lipat dan memiliki 1 buah simetri putar. Bangun segitiga sembarang tidak memiliki simetri lipat dan memiliki 1 buah simetri putar. Jumlah semua sudutnya adalah 180o .

2. Luas Segitiga
Coba amati gambar berikut !

 

Jika sebuah pesegi panjang ABCD dipotong menurut diagonalnya, maka ia akan membentuk dua buah segitiga yang sama besar, yaitu segitiga ADC dan segitiga ABC, dengan demikian luas segitiga sama dengan luas setengah persegi panjang.
Dalam segitiga dikenal istilah alas dan tinggi. Alas selalu tegak lurus dengan tinggi.  Jika luas adalah “L”, alas adalah “a” dan tinggi adalah “t”, maka luas segitiga adalah :



3. Keliling Segitiga
Keliling segitiga adalah jumlah dari ukuran semua sisi-sisinya, maka :

3.  Video Pembelajaran tentang Persegi dan Segitiga.




4.  Kesimpulan
Bangun datar adalah sebuah bangun atau bidang yang berbentuk bidang datar dan dibatasi oleh beberapa ruas garis dan tidak mempunyai ketebalan dan volume. Jumlah dan model ruas garis yang membatasi setiap bangun datar tersebut menentukan nama dan juga bentuk dari bangun datar tersebut dan ini menyebabkan sifat sebuah bangun datar juga ditentukan oleh jumlah ruas garis, model garis, besar sudut, dan lain lain. Oleh karena itu rumus masing-masing bangun datar juga berbeda-beda.

5.  Daftar Pustaka.
  1. Burhan Mustaqim, Ari Astuty,Ayo Belajar Matematika untuk SD dan MI Kelas IV, Pusat Perbukuan, Depdiknas, 2008.
  2. Hardi, Mikan, Ngadiyono, Pandai Berhitung Matematika untuk SD dan MI Kelas IV, Pusat Perbukuan, Depdiknnas, 2009.
  3. Buku Tematik Kurikulum 2013, Tema 4 : Berbagai Pekerjaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, 2015.
-Semoga Bermanfaat- 😊😊