Kampanye Imunisasi MR
Wow! Itu kata pertama yang
terlintas di benak saya. Betapa tidak beberapa hari ini di berbagai media, tempat,
kegiatan, dan di berbagai kesempatan baik yang disengaja maupun sambil
lalu sangat gencar dengan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) ini. Apalagi
penyelenggaraannya secara serentak di bulan Agustus ini di sekolah – sekolah
dengan rentang usia di bawah 15 tahun wajib melakukan imunisasi MR ini.
Reaksinya pun luar biasa beragam, dari yang sangat mendukung sampai dengan yang
menolak dengan berbagai alasan dan argumen.
Asingkah Imunisasi MR ini?,
tidak bagi pelaku di bidang kesehatan, tapi
ya bagi masyarakat awam. Hal yang mungkin bukan baru tetapi menjadi sangat luar
biasa euforianya karena situasi dan kondisi yang membuatnya seperti itu. Pertanyaan
apa itu imunisasi MR?, kenapa imunisasi ini wajib?, kenapa baru sekarang
dilaksanakannya? Apa yang terjadi bila tidak melakukannya? Atau siapa saja yang
harus melaksanakannya? Itu adalah beberapa pertanyaan umum dari banyaknya
deretan pertanyaan yang muncul ketika kampanye imunisasi MR ini digulirkan.
Beberapa yang terjun dalam kampanye inipun tak tanggung-tanggung, dari ahli
kesehatan, bidang pendidikan, bidang komersial sampai dengan tokoh masyarakat
semuanya ikut berpartisipasi.
Tahun 2017 adalah pelaksanaan
kampanye imunisasi MR pulau Jawa. Tahap pertama di bulan Agustus Sekolah
sebagai sasaran utama dari kampanye imunisasi MR ini adalah usia 9 bulan sampai
sampai dengan usia 15 tahun. Sedangkan
tahap kedua di bulan September di laksanakan di layanan kesehatan masyarakat,
seperti puskesmas atau posyandu. Sedangkan pelaksanaan di luar Pulau Jawa dijadualkan di tahun 2018.
Di sekolah kami, di SDN
Galihpawarti Baleendah Bandung, pelaksanaan kampanye imunisasi MR ini
dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus kemarin, penjelasannya tidak hanya
diberikan oleh petugas Puskesmas, kebetulan sekolah kami kedatangan Tim
Monitoring dari Provinsi dan perwakilan WHO dr.Fatimah R.,M.Sc., yang memantau
pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR dari awal sampai akhir. Alhamdulillah
pelaksanaannya aman, lancar dan terkendali.
Adapun bagi siswa yang
kebetulan hari ini sakit, atau ijin tidak masuk sekolah bisa menyusul
melaksanakannya di bulan September di tempat layanan kesehatan, seperti
Posyandu atau Puskesmas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar