Kacapi Suling Ayun Ambing

Minggu, 05 Februari 2017

KARAKTERISTIK BENDA LANGIT

KARAKTERISTIK BENDA LANGIT

Pada bahasan yang lalu, kita sudah mengenal tentang anggota dari sistem tata surya, sekarang kita membahas tentang karakteristik dari planet yuk!
Terebih dahulu mari kita simak video berikut :



Bagaimana? Menarik bukan..., selanjutnya mari kita bahas satu persatu...

A.      Karakteristik Planet
1.  Merkurius
   

Merkurius merupakan planet yang jaraknya paling dekat ke Matahari, yaitu 0,39 SA. Karena planet Merkurius jaraknya paling dekat ke Matahari, maka suhu pada siang hari di Merkurius mencapai 42700 C, dan pada malam  hari  suhunya  menjadi  sangat rendah yaitu mencapai –17000C. Merkurius mempunyai eksentrisitas yang besar yaitu 0,206 akibatnya jarak antara Merkurius dan Matahari bervariasi dengan cukup besar pula. Perbedaan jarak terjauh ke Matahari (aphelium) dengan jarak terdekat ke Matahari (perihelium) adalah sebesar 22 juta Km. Jarak aphelium planet Merkurius adalah 57,9 juta km. Merkurius tidak memiliki atmosfir oleh karena hal tersebut langit Merkurius berwarna hitam. Kerapatan atau densitasnya 5,43 gr/cm3.

2.  Venus
Planet Venus lebih dikenal sebagai Bintang Kejora atau Bintang Senja. Eksentrisitas planet Venus adalah 0,007, sehingga orbit planet Venus mendekati bentuk lingkaran. Jarak Venus ke Matahari 0,72 SA, sehingga di  Venus  suhunya  sangat  panas mencapai 4800 0C. Tingginya suhu di planet Venus diakibatkan adanya efek rumah kaca. Kerapatan atau densitas Venus adalah 5,24 gr/cm3.

3.  Bumi

Sampai saat ini Bumi merupakan satu-satunya planet yang mempunyai kehidupan. Bumi mengorbit Matahari sebagai bintang pusatnya dengan eksentrisitas 0,017, sehingga orbitnya hampir membentuk lingkaran.
Jarak rata-rata Bumi ke Matahari adalah 1 Satuan Astronomi atau 150 juta kilometer. Kala revolusi Bumi adalah 365,3 hari, sedangkan kala rotasinya adalah 23 jam 56 menit. Kerapatan atau densitas Bumi adalah 5,52 gram/cm, Bumi merupakan benda terpadat dalam sistem Tata Surya. Bumi mempunyai sebuah satelit yaitu Bulan.

4.  Mars
Jarak rata-rata planet Mars ke Matahari adalah 1,52 SA atau 228 juta kilometer dengan eksentrisitas 0,093. Mars berputar mengelilingi Matahari dengan kala revolusi 687 hari. Mars mempunyai dua buah satelit yaitu Phobos dan Deimos.

5.  Yupiter
Jarak rata-rata planet Yupiter ke Matahari adalah 5,2 SA. Yupi ter mempunyai eksentrisitas 0,048 dengan kala revolusi 11,86 tahun. Yupiter diperkirakan mempunyai 17 satelit (data sampai tahun 1992). Empat buah satelitnya yang berukuran besar bernama IO, Europa, Ganymede, dan Callisto. Yupiter merupakan planet terbesar dalam sistem tata surya; mempunyai kala rotasi 9 jam 50 menit ; artinya Yupiter berrotasi dengan sangat cepat.

6.  Saturnus
 



Jarak rata-rata Saturnus ke Matahari adalah 9,5 SA. Saturnus mempunyai eksentrisitas 0,056 dengan kala revolusi 29,5 tahun. Saturnus dihiasi oleh gelang dan cincin yang indah, mempunyai 9 buah satelit yaituMimas, Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Titan, Hyperion, Lapetus, dan Phoebe.

7.  Uranus

Jarak rata-rata planet Uranus ke Matahari adalah 19,2 SA. Uranus mempunyai eksentrisitas 0,047 dengan kala revolusi 84 tahun. Uranus mempunyai cincin dan mempunyai 5 buah satelit yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberion.



8.  Neptunus

Jarak rata-rata planet Neptunus ke Matahari adalah 30,07 SA. Neptunus mempunyai eksentrisitas 0,009 dengan kala revolusi 164,8 tahun. Neptunus mempunyai dua buah satelit yaitu Triton dan Nereid.




B.     KARAKTERISTIK MATAHARI, BUMI DAN BULAN
1.   Matahari

Matahari mempunyai diameter 109 kali diameter Bumi, massanya 333.000 kali massa Bumi. Dalam sistem tata surya Matahari mempunyai persentase massa 99,85 sedangkan sisanya merupakan prosentase massa untuk planet, satelit alam, komet, asteroid, meteorid, dan zat antar planet.
Oleh karena itulah Matahari merupakan pusat peredaran dalam sistem tata surya. Matahari merupakan sumber energi bagi Bumi. Energi yang berasal dari Matahari merupakan hasil reaksi fusi, dimana atom-atom Hidrogen bergabung membentuk atom Helium disertai dengan timbulnya energi yang besar sekali. Suhu di dalam intinya dapat mencapai 14 juta derajat Celsius sedangkan dipermukaannya antara 5000 sampai 6000 derajat Celsius. Matahari tersusun atas beberapa lapisan gas yang berbeda kerapatannya, lapisan-lapisan tersebut adalah radiatif, fotosfer, kromosfer, dan korona. Kromosfer dan korona merupakan atmosfer Matahari yang suhunya dapat mencapai 5000 derjat Celsius.

2.   Bumi

Bumi merupakan satu-satunya planet dalam sistem tata surya yang sampai saat ini diketahui memiliki kehidupan. Hal tersebut dimungkinkan karena Bumi diselubungi oleh lapisan atmosfirnya sehingga perbedaan suhu pada siang dan malam tidak terlalu besar. Beberapa nama lain planet Bumi adalah : Tellus, Erde, dan Gaia. Jarak rata-rata planet Bumi ke Matahari adalah 1 SA. Satuan Astronomi ini biasanya dijadikan acuan untuk menentukan jarak planet-planet lainnya. Bumi mempunyai satu buah satelit yaitu Bulan. Massa jenis Bumi adalah 5,52 gram/cm3. Bentuk Bumi sebenarnya tidak bulat benar tetapi agak pepat di daerah ekuator; jari-jari di daerah ekuator 6.378,16 km; sedangkan di daerah kutub 6.356,76 km. Bumi mempunyai eksentrisitas 0,017, kala revolusi 365,3 hari, dan kala rotasi 23 jam 56 menit. Arah rotasi Bumi dari barat ke timur membentuk sudut 23,50 terhadap sumbu bidang ekliptika (atau 66,50 terhadap bidang ekliptika).


Akibat yang ditimbulkan karena rotasi Bumi :
-    Pergantian siang dan malam/perbedaan waktu
-    Timbulnya arus air laut.

Akibat yang ditimbulkan karena revolusi Bumi:
-    Berbedanya rasi bintang/Bintang yang dapat dilihat dari Bumi
-    Terjadi pergantian musim, terutama di daerah sub tropik utara dan selatan.

3.   Bulan


Bulan merupakan benda langit (sebuah satelit) yang terdekat ke Bumi. Jarak Bulan ke Bumi adalah 384.402 km. Bulan sangat berpengaruh pada peristiwa pasang surut air laut. Bulan mempunyai massa 7,4 x 1025 gram,  massa  jenis rata–ratanya 3,34 gram/cm3, percepatan gravitasinya 1,62 m/s2, dan jari-jari di daerah ekuatornya 1.740 km.

Bulan mengorbit Bumi dengan lintasan berbentuk elips. Karena berbentuk elips, maka Bulan kadang-kadang dekat ke Bumi, kadang-kadang jauh ke Bumi dengan Bumi berada pada salah satu fokusnya. jarak rata-rata Bulan - Bumi 238.860 mil atau 384.330 km. Jarak Bulan - Bumi terjauh (apogee: ap = jauh; ge = bumi) adalah 253.000 mil; sedangkan jarak terdekatnya (perigee : peri = dekat ; ge = bumi) tadalah 222.000 mil.

Perputaran Bulan mengelilingi Bumi dari fase bulan baru ke fase bulan baru berikutnya dinamakan perioda sinodis. Lamanya perioda sinodis adalah 29,53 hari (29d 12J 44m 2,8s) sedangkan waktu yang diperlukan Bulan untuk satu kali berputar mengelilingi Bumi adalah 27,32 hari dinamakan waktu sideris

Kamis, 02 Februari 2017

SISTEM TATA SURYA

“Allah yang meninggikan langit dengan tiada tiang yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam diatas ‘arasy dan Dia tundukkan matahari dan bulan, masing-masing berlari sampai waktu yang ditentukan. Dia mengatur semua urusan dan menerangkan beberapa keterangan, mudah-mudahan kamu yakin akan menemui Tuhanmu“
(QS: Arr’ad ‘ 13).

Mari kita simak video tentang tata surya berikut!




Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli, sampai saat ini adanya kehidupan diyakini hanya di Bumi. Di planet-planet selain Bumi, para ahli tidak menemukan adanya tanda-tanda kehidupan. Bumi merupakan sebuah planet yang senantiasa mengitari bintang pusatnya, yaitu Matahari. Selain Bumi masih banyak benda-benda langit lainnya yang berputar dalam pengaruh Matahari sebagai bintang pusatnya. Benda-benda langit tersebut adalah planet lainnya, satelit, komet, asteroid, dan meteor. Seluruh benda langit tersebut beserta dengan Matahari berada dalam suatu sistem yang dinamakan Sistem Tata Surya.

Sistem Tata Surya dinamakan juga “Solar System“, anggotanya terdiri atas Matahari sebagai bintang pusat, 8 buah planet, satelit-satelit, asteroid, komet, dan materi antar planet. Seluruh benda-benda langit tersebut berada dalam suatu kesatuan karena pengaruh gravitasi Matahari. Benda-benda langit tersebut beredar mengelilingi Matahari secara konsentris pada lintasannya masing-masing. Anggota-anggota dalam sistem Tata Surya ditunjukkan seperti gambar di bawah ini :
Anggota Sistem Tata Surya
1.   Matahari
Matahari merupakan sebuah bintang yang jaraknya paling dekat ke Bumi, yaitu 1 Satuan Astronomi atau 150 juta Km. Matahari berbentuk bola gas pijar yang tersusu atas gas Hidrohen dan gas Helium. Matahari mempunyai diameter 1,4 x 106 Km, suhu permukaannya mencapai 6000 0K. Matahari merupakan sumber energi utama bagi planet Bumi; sehingga berbagai proses fisis dan biologi dapat berlangsung. Energi yang dipancarkan oleh Matahari dibentuk di bagian dalam matahari melalaui reaksi inti. Energi yang dipancarkan oleh Matahari ke Bumi dalam bentuk radiasi gelombang elektromagnetik.
2.   Planet
Planet adalah benda langit yang tidak mempunyai cahaya sendiri; planet senantiasa berputar mengelilingi Matahari sebagai bintang pusatnya pada orbitnya masing-masing. Planet-planet yang berada dalam sistem Tata Surya adalah : Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Para astronom mengelompokkan planet-planet dalam sistem Tata Surya dengan beberapa cara, hal tersebut dilakukannya untuk memudahkan dalam mempelajarinya. Adapun cara pengelompokan planet-planet adalah berdasarkan hal-hal sebagai berikut:
a.   Jarak
Pengelompokan planet berdasarkan jarak planet tersebut terhadap Matahari dapat dibedakan menjadi kelompok planet sebagai berikut:
·      Planet Dalam (Inferior).
Planet Dalam (Inferior) merupakan planet-planet yang jaraknya lebih kecil atau sama dengan 1 satuan astronomi (150 Juta Km). Karena jarak 1 satuan astronomi ditentukan berdasarkan jarak dari Bumi ke Matahari, maka yang termasuk planet dalam (inferior) adalah Merkurius, Venus, dan Bumi.
·      Planet Luar (Superior)
Planet Luar (Superior) merupakan planet-planet yang jaraknya lebih besar dari 1 satuan astronomi (150 Juta Km). Adapun planet-planet yang termasuk planet luar (superior) adalah Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
b.   Sifat Fisis
Pengelompokan planet-planet berdasarkan sifat fisisnya dapat dibedakan menjadi kelompok planet sebagai berikut:
·      Planet Terestrial.
Adalah planet-planet yang memiliki sifat “kebumian“ baik ukuran, massa, massa jenis, maupun komposisi kimianya. Planet-planet yang termasuk planet terestrial adalah : Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
·      Planet Jovian
Adalah planet-planet yang tidak memiliki sifat “kebumian“. Planet-planet yang termasuk kedalam kelompok planet jovian mempunyai massa jenis yang relatif kecil karena tersusun dari gas-gas. Planet-planet yang termasuk planet jovian adalah : Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
3.   Satelit
Satelit adalah benda langit pengiring planet. Satelit senantiasa mengiringi dan berputar terhadap planet pusatnya. Berdasarkan cara terbentuknya satelit dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu :
1. Satelit Alam
Satelit alam merupakan satelit yang terbentuk karena adanya peristiwa alam bersamaan dengan terbentuknya planet.
Contoh : Bulan, sebagai satelit alam Bumi.
2. Satelit Buatan
Satelit buatan merupakan satelit yang dibuat oleh manusia yang digunakan untuk tujuan tertentu. Contoh : Satelit cuaca, satelit komunikasi, satelit mata-mata, dst.

Pada umumnya planet-planet dalam sistem tata surya mempunyai beberapa satelit yang senantiasa mengiringinya. Hanya planet Merkurius dan planet Venus yang tidak memiliki satelit. Jumlah masing-masing satelit untuk setiap planet ditunjukkan seperti berikut :
Adapun gambar dari satelit-satelit yang dimiliki oleh suatu planet ditunjukkan oleh gambar di bawah ini:
 

 

 

 

4. Asteroid
   Asteroid merupakan benda langit seperti planet, tetapi ukurannya sangat kecil, oleh karena itu Asteroid dinamakan juga planet minor atau planetoid. Asteroid mengisi ruangan yang berada diantara Mars dan Yupiter. Di dalam sistem Tata Surya diperkirakan terdapat 100.000 buah planetoid yang ukurannya antara 2 - 750 Km2.

5.  Komet
   Komet dinamakan juga “Bintang berekor“, merupakan benda langit yang garis edarnya/orbitnya sangat lonjong, sehingga jaraknya ke Matahari kadang-kadang jauh sekali tetapi pada suatu saat dapat dekat sekali. Wujud komet tersusun dari kristal-kristal es yang rapuh sehingga mudah terlepas dari badannya. Bagian yang terlepas inilah yang membentuk semburan cahaya ketika sebuah komet melintas di dekat Matahari. Peredaran Komet memang agak aneh, datang dan perginya misterius. Ada komet yang mendekati Bumi setiap 3 atau 4 tahun sekali, tetapi ada juga yang sampai 76 tahun sekali yaitu Komet Halley. Lintasan komet Halley ditunjukkan pada gambar berikut:

6.  Materi Antar Planet 
   Adalah benda-benda langit yang sangat kecil yang mengisi ruang diantara suatu planet dengan planet yang lainnya. Karena materi-materi antar planet ukurannya sangat kecil, maka benda-benda langit tersebut mudah terperangkap ke dalam medan gravitasi planet yang mempengaruhinya. Selanjutnya jika pengaruh gravitasi yang ditimbulkan planet terhadapnya cukup kuat, maka benda-benda langit tersebut akan ditarik oleh planet tersebut. Yang termasuk ke dalam kategori materi antar planet adalah meteorid atau “Bintang Jatuh “.