Kacapi Suling Ayun Ambing

Minggu, 30 Juni 2013

Mengenal Autism

Mengenal Autism...
(3R,300613)
Suatu pembelajaran, setidaknya untuk saya yang awam...
Mengenal kata AUTIS, yang akhir-akhir ini sering saya dengar, dari sebuah kata yang didengar dipadukan dengan keadaan nyata tentang autis pada seorang anak, perlahan namun pasti membuat saya mencari tahu apa itu autism...

Awalnya, ada seorang anak dengan karakter yang tidak biasa, secara fisik tak jauh berbeda dengan anak yang lain, hanya saja semakin saya mengenal semakin banyak ciri-ciri yang dia berikan yang menurut saya "tidak biasa", seperti saat berkomunikasi yang tidak fokus, berbicara di ulang-ulang, luapan emosi yang tidak terkendali meskipun diakibatkan dari hal yang sepele. Daya imajinasinya yang tinggi, terkadang tidak masuk akal selalu dia lontarkan, ketakutannya, kemarahannya, dan kegembiraannya benar-benar ajaib. Ajaib dalam artian dia bisa tiba-tiba takut dan membuat semua temannya ikut merasakannya, dan meminta tolong untuk dicarikan solusinya. Dia bisa juga marah hanya karena nilainya di bawah temannya, meskipun hanya berbeda nol koma saja, atau dia akan sangat bergembira karena telah memecahkan teka-teki yang tak bisa dijawab teman-temannya.

setiap menjawab pertanyaan hanya satu atau dua kali kontak mata saat berkomunikasi dengan saya. Meskipun demikian dia tetap bisa menjawab, baik itu pertanyaan keseharian sampai soal dalam pelajaran. Dan hebatnya dia menjawab semua pertanyaan dengan benar!. Satu jawaban mulai saya dapatkan, ketika suatu hari orang tua dia datang dan menjelaskan keadaannya, dan lebih terkejut lagi ketika saya mengetahui ternyata ibunya pun memiliki permasalahan yang sama. Takjub dan kagum, mungkin dua kata yang mewakili saya waktu itu..., dengan lantangnya ayah anak tersebut menerangkan keadaan anak dan istrinya Subhanalloh, benar - benar Alloh menampakkan kekuasannya....

Setelah beberapa waktu berinteraksi  saya menemukan beberapa ciri yang spesifik, yaitu:

1.    Penampakkan gejala sejak Rama menginjak usia 3 tahun, dan ternyata Rama memiliki kondisi yang sama dengan ibu yang melahirkannya.

2.    Saat berinteraksi dia tidak tertarik untuk bermain bersama teman, lebih suka menyendiri, tidak ada atau sedikit kontak mata, dan seperti mempunyai dunianya sendiri.

3.  Saat berkomunikasi, Rama seperti tidak mendengarkan lawan bicaranya, kadang kata-kata yang digunakan tidak sesuai artinya, berulang-ulang, berbicara tidak dipakai untuk alat berkomunikasi, dan senang meniru.

4.  Saat bermain, tidak bermain seperti anak-anak, senang akan benda-benda yang berputar, tidak bermain sesuai fungsi mainan, dapat sangat lekat dengan benda-benda tertentu, lambat belajar berlari, melompat dan naik turun tangga, melempar dan menangkap bola,  sangat sensitif terhadap sentuhan.

5.  Pada beberapa kasus bersamaan dengan gangguan perkembangan emosional dan perilaku, “mengamuk” tak terkendali bila menemukan hal yang tidak sesuai dengan harapan atau keinginannya.

6.     Memiliki kecerdasan diatas rata-rata, dan mempunyai jiwa kompetisi yang sangat  besar terlihat  di  beberapa  pelajaran  terutama  matematika    mampu menguasainya dengan cepat dan selalu mendapatkan nilai terbaik. 

    Seiring waktu semakin terlatih dalam berkomunikasi, setiap bertemu sudah bisa menyapa, meskipun hal ini adalah hal biasa untuk anak normal, tetapi menjadi luar biasa. Emosinya tidak terlalu meledak-ledak, meskipun tetap bila terkalahkan selalu menyalahkan dirinya sendiri dan menganggap dirinya bodoh. Mau tampil ke depan dan mepresentasikan dirinya, bahkan bisa diajak untuk bercanda.
.
      Kesimpulannya Pada kenyataannya sebagian kelainan atau gangguan yang dimiliki oleh seorang anak sangat sulit terlihat secara jelas. Mungkin seorang anak sepertinya tidak memiliki masalah dan persoalan yang jelas karena jika dilihat dari segi fisik atau penampilannya, anak tersebut biasa-biasa saja seperti anak-anak pada umumnya.
Setiap anak berhak menyatu dengan lingkungannya dan menjalin kehidupan sosial yang harmonis. Setiap anak berhak dipandang sama dan tidak mendapatkan diskriminasi dalam pendidikan. 

(untuk sekarang cukup sekian...3R 300613)

.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar