SISTEM TATA
SURYA
“Allah yang meninggikan langit dengan tiada tiang
yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam diatas ‘arasy dan Dia tundukkan
matahari dan bulan, masing-masing berlari sampai waktu yang ditentukan. Dia
mengatur semua urusan dan menerangkan beberapa keterangan, mudah-mudahan kamu
yakin akan menemui Tuhanmu“
(QS: Arr’ad ‘ 13).
Mari kita simak video tentang tata surya berikut!
Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli,
sampai saat ini adanya kehidupan diyakini hanya di Bumi. Di planet-planet
selain Bumi, para ahli tidak menemukan adanya tanda-tanda kehidupan. Bumi
merupakan sebuah planet yang senantiasa mengitari bintang pusatnya, yaitu
Matahari. Selain Bumi masih banyak benda-benda langit lainnya yang berputar
dalam pengaruh Matahari sebagai bintang pusatnya. Benda-benda langit tersebut
adalah planet lainnya, satelit, komet, asteroid, dan meteor. Seluruh benda
langit tersebut beserta dengan Matahari berada dalam suatu sistem yang
dinamakan Sistem Tata Surya.
Sistem Tata Surya dinamakan
juga “Solar System“, anggotanya terdiri atas Matahari sebagai bintang pusat, 8
buah planet, satelit-satelit, asteroid, komet, dan materi antar planet. Seluruh
benda-benda langit tersebut berada dalam suatu kesatuan karena pengaruh
gravitasi Matahari. Benda-benda langit tersebut beredar mengelilingi Matahari
secara konsentris pada lintasannya masing-masing. Anggota-anggota dalam sistem
Tata Surya ditunjukkan seperti gambar di bawah ini :
Anggota Sistem Tata Surya
Anggota Sistem Tata Surya
1. Matahari
Matahari merupakan sebuah
bintang yang jaraknya paling dekat ke Bumi, yaitu 1 Satuan Astronomi atau 150
juta Km. Matahari berbentuk bola gas pijar yang tersusu atas gas Hidrohen dan
gas Helium. Matahari mempunyai diameter 1,4 x 106 Km, suhu permukaannya
mencapai 6000 0K. Matahari merupakan sumber energi utama bagi planet Bumi;
sehingga berbagai proses fisis dan biologi dapat berlangsung. Energi yang
dipancarkan oleh Matahari dibentuk di bagian dalam matahari melalaui reaksi
inti. Energi yang dipancarkan oleh Matahari ke Bumi dalam bentuk radiasi
gelombang elektromagnetik.
2. Planet
Planet adalah benda langit
yang tidak mempunyai cahaya sendiri; planet senantiasa berputar mengelilingi
Matahari sebagai bintang pusatnya pada orbitnya masing-masing. Planet-planet
yang berada dalam sistem Tata Surya adalah : Merkurius, Venus, Bumi, Mars,
Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Para astronom mengelompokkan
planet-planet dalam sistem Tata Surya dengan beberapa cara, hal tersebut
dilakukannya untuk memudahkan dalam mempelajarinya. Adapun cara pengelompokan
planet-planet adalah berdasarkan hal-hal sebagai berikut:
a.
Jarak
Pengelompokan planet
berdasarkan jarak planet tersebut terhadap Matahari dapat dibedakan menjadi
kelompok planet sebagai berikut:
·
Planet
Dalam (Inferior).
Planet Dalam (Inferior)
merupakan planet-planet yang jaraknya lebih kecil atau sama dengan 1 satuan
astronomi (150 Juta Km). Karena jarak 1 satuan astronomi ditentukan berdasarkan
jarak dari Bumi ke Matahari, maka yang termasuk planet dalam (inferior) adalah Merkurius,
Venus, dan Bumi.
·
Planet
Luar (Superior)
Planet Luar (Superior)
merupakan planet-planet yang jaraknya lebih besar dari 1 satuan astronomi (150
Juta Km). Adapun planet-planet yang termasuk planet luar (superior) adalah
Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
b.
Sifat Fisis
Pengelompokan planet-planet
berdasarkan sifat fisisnya dapat dibedakan menjadi kelompok planet sebagai
berikut:
·
Planet Terestrial.
Adalah planet-planet yang memiliki
sifat “kebumian“ baik ukuran, massa, massa jenis, maupun
komposisi kimianya. Planet-planet yang termasuk planet terestrial adalah :
Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
·
Planet Jovian
Adalah planet-planet yang tidak
memiliki sifat “kebumian“. Planet-planet yang termasuk
kedalam kelompok planet jovian mempunyai massa jenis yang relatif kecil karena
tersusun dari gas-gas. Planet-planet yang termasuk planet jovian adalah : Jupiter,
Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
3. Satelit
Satelit adalah benda langit
pengiring planet. Satelit senantiasa mengiringi dan berputar terhadap planet
pusatnya. Berdasarkan cara terbentuknya satelit dapat dibedakan menjadi
2 bagian, yaitu :
1. Satelit Alam
Satelit alam merupakan
satelit yang terbentuk karena adanya peristiwa alam bersamaan dengan
terbentuknya planet.
Contoh
: Bulan,
sebagai satelit alam Bumi.
2. Satelit Buatan
Satelit buatan merupakan
satelit yang dibuat oleh manusia yang digunakan untuk tujuan tertentu. Contoh
: Satelit
cuaca, satelit komunikasi, satelit mata-mata, dst.
Pada umumnya planet-planet dalam sistem tata surya mempunyai beberapa
satelit yang senantiasa mengiringinya. Hanya planet Merkurius dan planet Venus
yang tidak memiliki satelit. Jumlah masing-masing satelit untuk setiap planet
ditunjukkan seperti berikut :
Adapun gambar dari
satelit-satelit yang dimiliki oleh suatu planet ditunjukkan oleh gambar di
bawah ini:
4. Asteroid
Asteroid merupakan benda
langit seperti planet, tetapi ukurannya sangat kecil, oleh karena itu Asteroid
dinamakan juga planet minor atau planetoid.
Asteroid mengisi ruangan yang berada diantara Mars dan Yupiter. Di dalam sistem
Tata Surya diperkirakan terdapat 100.000 buah planetoid yang ukurannya
antara 2 - 750 Km2.
5. Komet
Komet dinamakan juga “Bintang
berekor“, merupakan benda langit yang garis edarnya/orbitnya sangat
lonjong, sehingga jaraknya ke Matahari kadang-kadang jauh sekali tetapi pada
suatu saat dapat dekat sekali. Wujud komet tersusun dari kristal-kristal es
yang rapuh sehingga mudah terlepas dari badannya. Bagian yang terlepas inilah
yang membentuk semburan cahaya ketika sebuah komet melintas di dekat Matahari.
Peredaran Komet memang agak aneh, datang dan perginya misterius. Ada komet
yang mendekati Bumi setiap 3 atau 4 tahun sekali, tetapi ada juga yang sampai
76 tahun sekali yaitu Komet Halley. Lintasan komet Halley ditunjukkan pada gambar
berikut:
6. Materi Antar Planet
Adalah benda-benda langit yang sangat kecil yang mengisi ruang diantara suatu planet dengan planet yang lainnya. Karena materi-materi antar planet ukurannya sangat kecil, maka benda-benda langit tersebut mudah terperangkap ke dalam medan gravitasi planet yang mempengaruhinya. Selanjutnya jika pengaruh gravitasi yang ditimbulkan planet terhadapnya cukup kuat, maka benda-benda langit tersebut akan ditarik oleh planet tersebut. Yang termasuk ke dalam kategori materi antar planet adalah meteorid atau “Bintang Jatuh “.
Adalah benda-benda langit yang sangat kecil yang mengisi ruang diantara suatu planet dengan planet yang lainnya. Karena materi-materi antar planet ukurannya sangat kecil, maka benda-benda langit tersebut mudah terperangkap ke dalam medan gravitasi planet yang mempengaruhinya. Selanjutnya jika pengaruh gravitasi yang ditimbulkan planet terhadapnya cukup kuat, maka benda-benda langit tersebut akan ditarik oleh planet tersebut. Yang termasuk ke dalam kategori materi antar planet adalah meteorid atau “Bintang Jatuh “.












Hore...aku bisa..😊
BalasHapusHore...aku bisa..😊
BalasHapusOke, Trimakasih... :)
HapusAku udah jawab soalnya...
BalasHapusBagus, terimakasih yaa...
HapusAh...jawabanku banyak yang salah
BalasHapusAh...jawabanku banyak yang salah
BalasHapusYah...banyak salah ��
BalasHapus